Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI IBU UNTUK MEMBANTU STIMULASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BAYI DI RT 14 KELURAHAN TALANG KELAPA KECAMATAN ALANG – ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN

evi pkm

 

Oleh:

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultaas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Evi Yuniarti, Nora Novia Vinnata, Iltru Misdeti

 

Pijat adalah salah satu bentuk terapi yang paling tua. Masyarakat Indonesia telah mengenal pijat dari sejak jaman nenek moyang serta diturunkan secara turun temurun. Banyak manfaat yang diperoleh dari pijat, pijat dapat dilakukan dari orang tua hingga bayi. Pijat bayi dapat membantu melancarkan peredaran darah dan kerja saraf yang bermanfaat untuk tumbuh dan kembang bayi. Pijat bayi yang dahulunya hanya dapat dilakukan oleh dukun bayi, sekarang bisa dapat dilakukan oleh orang tua sendiri. Manfaat yang diperoleh dari pemijatan bayi yang dilakukan sendiri oleh orang tua sangat besar daripada pemijatan yang dilakukan oleh dukun bayi selain itu teknik-teknik yang dilakukan juga berbeda dengan dukun bayi karena orang tua menggunakan pijatan yang lembut sehingga tidak menyakiti dan membuat bayi menangis dan disetiap sentuhan pijatan yang diberikan oleh ibu akan memberi stimulus pada panca indera dan perkembangan otak bayi.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diberikan oleh dosen-dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan UNIKA Musi Charitas Palembang sebagai upaya dalam memberikan pengetahuan dan informasi mengenai pijat bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RT. 14 Kelurahan Talang Kelapa dengan cara memberikan pelatihan pijat bayi bagi ibu untuk membantu stimulasi perkembangan dan pertumbuhan bayi dan dari hasil posttest yang dilakukan telah menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pemijatan pada bayi.

Pelatihan tentang pijat bayi merupakan aspek penting dalam meningkatkan keterampilan di masyarakat karena dengan melakukan pijat bayi secara rutin, akan mendapatkan manfaat yang cukup besar terutama dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak sehingga dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas. Langkah awal untuk mewujudkkan keinginan tersebut adalah pemberian stimulasi yang teratur dan terus menerus. Sehingga dengan pemberian stimulasi yang dari ibu atau orang tua akan menciptakan anak cerdas bertumbuh kembang dengan optimal, mandiri serta memiliki emosi yang stabil dan mudah beradaptasi (Maharani, 2009)


PENDAMPINGAN MENURUNKAN INKONTINENSIA URIN PADA WARGA DI KELURAHAN TALANG BETUTU

PKM pak Dheni

 

Oleh:

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultaas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Dheni Koerniawan, Srimiyati, Sanny Frisca, Aniska Indah Fari

Masalah inkontinensia urin atau mengompol merupakan salah satu masalah yang meluas dan merugikan terutama pada usia lanjut. Pada lansia, inkontinensia urin terjadi sebagai akibat menurunnya kemampuan kontraksi atau tegangan otot-otot dasar bagian panggul yang berfungsi untuk mengontrol proses berkemih, buang air besar, dan juga otot organ intim perempuan.

Inkontinensia urine tidak akan mengancam jiwa penderita tetapi berpengaruh pada kualitas hidup karena gangguan psikologis dan faktor sosial yang sulit diatasi, penderita merasa rendah diri karena selalu basah akibat urine yang keluar, mungkin pada saat batuk, bersin, mengangkat barang berat dan ketidakmampuan menahan buang air kecil. Gangguan ini merupakan salah satu faktor yang membuat banyak keluarga menempatkan manula tersebut di panti jompo untuk mendapatkan perawatan yang layak. Biaya untuk perawatan di panti atau rumah sakit merupakan implikasi ekonomis yang sangat bervariasi.

Inkontinensia urine kemungkinan besar akan sembuh, dan dapat diupayakan lebih baik, sehingga kualitas hidup penderita meningkat dan meringankan beban yang merawat. Oleh karena itu, Senam Kegel menjadi salah satu solusi yang baik dalam meningkatkan kontraksi otot-otot dasar panggul, sebagai salah satu bentuk terapi non-farmakologi.


KENALI ANEMI SECARA DINI UNTUK MENCEGAH RISIKO ABORTUS PADA IBU HAMIL

PKM SR YUVENT

Oleh:
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultaas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Maria Nuraeni, Theresia Anita, dr. Hotman Sinaga

Anemia bukan penyakit karena gejala anemia dapat dicegah sedini mungkin. Ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan maupun ibu hamil, sangat perlu memastikan kadar Hemoglobin normal, untuk mencegah gangguan perkembangan janin dan perdarahan saat persalinan. Upaya deteksi dini anemia pada wanita usia subur dan ibu hamil, dapat dilakukan melalui penyuluhan dan pemeriksaan hemoglobin.

Anemia dapat dicegah, apabila ibu memiliki pemahaman yang benar tentang anemia, sehingga dapat mengupayakan pencegahan dengan mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah dan sayuran hijau. Asupan gizi harus diperhatikan, sejak sebelum dan selama masa kehamilan serta saat hamil rutin melakukan pemeriksaan screening, salah satunya adalah pemeriksaan hemoglobin. Ibu hamil dengan kadar hemoglobin rendah (Hb <11 gr/dl), berisiko mengalami abortus, pendarahan pasca persalinan, bahkan kematian. Risiko anemia bagi janin terjadinya gangguan pertumbuhan, prematuritas, bayi lahir dengan cacat bawaan dan kematian.
Melalui Kegiatan pengabdian kepada masyarakat, diawali dengan survei untuk memperoleh data wanita usia subur di Rt. 26, selanjutnya dilakukan penyuluhan dan pemeriksaan Hb menggunakan alat POCT. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang deteksi dini anemia guna mencegah gangguan pertumbuhan janin, abortus dan perdarahan pasca persalinan penting diberikan bagi wanita usia subur melalui penyuluhan. Anemia pada ibu hamil harus dicegah, karena dapat menyebabkan kelahiran prematur, kematian ibu dan anak serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya. Pentinnya pemeriksaan deteksi dini kadar hemoglobin dan ibu hamil dianjurkan mengonsumsi paling sedikit 90 pil zat besi selama kehamilannya (Dep. Kes, 2015)
Untuk mengetahui apakah wanita usia subur di kelurahan sukarami ada yang menderita anemi, dilakukan pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat POCT. Hasil yang didapatkan bahwa dari 29 wanita usia subur yang diperiksa kadar Hbnya diketahui 27 orang dalam rentang normal, 1 orang di luar rentang normal 10,5 gr/dl dan 1 orang di batas bawah rentang nilai normal yaitu 11,6 gr/dl. Ibu hamil dinyatakan anemia jika hemoglobin kurang dari 11g/dl. Menurut Hoffbrand, AC & Moss PAH, (2015), anemia merupakan penurunan kadar hemoglobin darah di bawah normal. Untuk pria dewasa kurang dari 13,5 g/dl dan pada wanita kurang dari 11,5 g/dl. Sejak usia pubertas hemoglobin kurang dari 11,0 g/dl menunjukkan anemia, karena itu bayi baru lahir mempunyai kadar hemoglobin yang tinggi 14.0 g/dl. Penurunan hemoglobin biasanya diikuti penurunan hitung sel darah merah dan hematokrit (PCV), tetapi kedua parameter tersebut kemungkinan normal pada beberapa pasien dengan kadar hemoglobin di bawah normal.
Anemia hipokromatik mikrositer dengan gangguan metabolisme besi, merupakan penyebab anemia yang banyak dijumpai (Bakta IM, 2017). Defisiensi besi merupakan penyebab tersering anemia di semua negara di dunia, yang merupakan penyebab terpenting anemia mikrositik hipokrom, dimana volume eritrosit rata-rata (VER) dan hemoglobin eritrosit rata-rata (HER) berkurang. Pada sediaan hapus darah menunjukkan ukuran sel darah merah yang kecil (mikrositik) dan pucat (hipokrom), gambaran ini disebabkan oleh defek dalam sintesis hemoglobin (Hoffbrand, AC & Moss PAH, 2015)
Zat besi sangat penting untuk sintesis hemoglobin, mioglobin, sitokrom dan ribonukleotida reduktase (yang diperlukan untuk sintesis DNA). Zat besi diserap dari makanan yang berasal dari hewan seperti daging merah, jeroan, ikan dan telur. Jenis makanan ini kaya zat besi. Beberapa produk nabati seperti kacang –kacangan juga cukup mengandung zat besi. Pria dewasa memerlukan asupan besi sekitar 1 mg/ hari, sedangkan perempuan yang mengalami menstruasi membutuhkan sekitar 2 mg per hari. Wanita hamil dan menyusui membutuhkan asupan besi lebih besar lagi. Bayi dalam masa pertumbuhan, anak-anak dan remaja membutuhkan asupan besi lebih banyak dari pria dewasa (Bain. BJ, 2015).


MENCAPAI KEHAMILAN SEHAT MELALUI DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ELLNA 11 ILIR PALEMBANG

berita pengabdian

Oleh

Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang

Ayu Nina Mirania, Stephanie Lexy Louis dan Nora Novia Vinnata

Masa kehamilan seharusnya menjadi masa-masa yang menyenangkan, tetapi ada beberapa kondisi yang ternyata beresiko dalam kehamilan. Tiap trimester kehamilan memiliki berbagai kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi. Komplikasi kehamilan adalah masalah kesehatan yang melibatkan ibu, bayi atau keduanya. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi berupa keracunan dalam kehamilan yaitu preeklamsia. Oleh sebab itu, para petugas kesehatan harus terus berupaya menyebarluaskan beberapa informasi terkait kesehatan yang berkaitan langsung dengan kesehatan ibu hamil.
Kegiatan pengabdian kepada msyarakat dari dosen-dosen di Fakultas Ilmu kesehatan UNIKA Musi Charitas Palembang dilakukan sebagai upaya untuk memberikan berbagai informasi terkaita kesehatan pada ibu hamil. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan tentang tanda bahaya pada kehamilan diikuti dengan serangkaian pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi dini penyulit atau komplikasi kehamilan khususnya pre eklamsi pada ibu hamil melalui pemeriksaan fisik dan urine pada ibu hamil. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Maret 2019 di Praktik Mandiri Bidan Ellna, 11 ilir Palembang.
Hasil pengabdian ditemukan pada ibu hamil yang ANC di PMB Ellna terdapat 55% ibu hamil yang kurang mengetahui dari tanda-tanda bahaya kehamilan, untuk pemeriksaan fisik selurh ibu hamil tergolong normal, sedangkan pada pemeriksaan urine terdapat 25% ibu hamil yang memiliki hasil positif + (1+). Dari hasil tersebut ibu hamil telah diberikan edukasi oleh tim berupa pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta menjaga pola hidup sehat selama kehamilan.
Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mengurangi terjadinya komplikasi selama kehamilan sehingga menciptakan kondisi ibu dan janin yang sehat.


“Edukasi dan Pemeriksaan Darah Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Tidak Menular”.

WhatsApp Image 2019 05 16 at 13.03.41

Oleh:
Victoria Ire Tominik, Margareta Haiti, Novita Anggraini

Dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dicanangkan pemerintah dengan tujuan untuk mengajak masyarakat membudayakan hidup sehat dengan berfokus pada salah satu kegiatan Germas, diantaranya : memeriksakan kesehatan secara rutin dan adanya kecenderungan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) mengalami peningkatan maka beberapa dosen program studi DIV Analis kesehatan dan program studi ilmu keperawatan mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan Kelurahan Sukarami Kecamatan Sukarami Palembang mengadakan penyuluhan dan pemeriksaan darah dengan mengambil tema “Edukasi dan Pemeriksaan Darah Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Tidak Menular”.  Pelaksanaan kegiatan bertempat di Balai Pertemuan Kantor kelurahan Sukarami yang dihadiri oleh bapak lurah dan stafnya, para pengurus serta seluruh warga RT 26, RT 38 dan RT 40 sebanyak 138 orang.


GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT DENGAN BEBAS DARI DIARE AKIBAT BAKTERI E-COLI PADA WARGA LINGKUNGAN RT 38 KELURAHAN SUKARAMI PALEMBANG

WhatsApp Image 2019 05 11 at 10.42.21

Oleh
Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang
Bangun Dwi hardika, Pra Dian Mariadi, dan Evi Yuniarti

Upaya pengembangan masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur khususnya dalam bidang kesehatan tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemban pula oleh seluruh komponen bangsa lainnya, termasuk di dalamnya masyarakat yang bersangkutan itu sendiri, maupun oleh praktisi pendidikan maupun kesehatan yang memiliki kompetensi dibidang ilmunya. Seluruh komponen ini mempunyai kepentingan untuk secara aktif bersinergi dalam upaya perbaikan taraf kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Konsep pendekatan dalam upaya penanganan kesehatan penduduk mengalami banyak perubahan sejalan dengan pemahaman dan pengetahuan, sebagaimana suatu masyarakat untuk menghayati dan menghargai bahwa kesehatan itu merupakan kebutuhan yang sangat besar nilainya. Pemahaman masyarakat tentang sebab penyakit, konsep rumah sakit dan pemahaman bahwa upaya kesehatan sebagai kesehatan masih sangat rendah. Hal ini tergambar dengan banyaknya kasus masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan yang salah satunya adalah diare yang disebabkan oleh bakteri E.Coli.
Angka kejadian Diare meningkat pada daerah yang padat penduduk dan bangunan serta di lingkungan kumuh akibat dari tata ruang perumahan yang tidak baik, misalnya jarak jamban dan sumur  yang kurang dari 10 meter dan lingkungan yang  tidak bersih, karena penyebaran bakteri E.Coli dapat terjadi setelah keluar dari tubuh manusia bersama kotoran dan tertampung di jamban, maka kotoran ini akan terurai bersama oleh air tanah. Permasalahan tata ruang perumahan dan bangunan tentu tidak bisa serta merta di lakukan perbaikan dengan cepat sesuai dengan harapan syarat rumah sehat yang dikemukakan oleh depkes, namun disamping itu penting untuk diberikan pemahaman terlebih dahulu tentang penyakit diare ini agar masyarakat tahu, mau dan mampu untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap permasalahan tersebut.
Salah satu kegiatan yang ditawarkan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan UNIKA Musi Charitas Palembang yang difokuskan pada pemeriksaan kualitas bakteriologis berupa E.coli dan penyuluhan tentang penggunaan air bersih serta akibat yang ditimbulkan apabila ditemukan kasus tingginya kadar E Coli dalam air yang digunakan. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dalam kurun selama bulan Januari 2019 oleh Tim Dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas kegiatan ini di fokuskan di RT 38 Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame Palembang dengan melakukan survey langsung kerumah warga untuk melihat kondisi air sumur warga, dilanjutkan dengan pemeriksaan secara bakteriologis dan diakhiri penyuluhan mengenai bahaya Bakteri Eschericia coli.
Hasil Pengabdian menunjukkan 12 sampel air sumur yang ditemukan di RT 38 semuanya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara bateriologis karena mengandung bakteri E.Coli. oleh karena itu warga masyarakat RT 38 disarankan untuk tidak mengkonsumsi langsung air sumur tersebut atau dilakukan pengolahan sebelum dikonsumsi untuk menghindari penyakit diare. Selain itu Tim Dosen yang melakukan pengabdian kepada masyarakat juga melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat RT 38 kelurahan sukarami tentang bahaya bakteri E.Coli, dampak dan cara pencegahan Diare. Kegiatan pengabdian ini mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat yaitu Kelurahan Sukarami selain itu antusias warga juga sangat baik dalam kegiatan tersebut hal ini tercermin dalam setiap kegiatan dimana warga aktif bertanya dan sharing permasalahan kesehatan ketika mengalami diare.
Kegiatan Pengabdian ini dilakukan sebagai langkah dalam Upaya Promotif dan Preventive dalam mengatasi suatu permasalahan kesehatan karena program kesehatan yang mengutamakan upaya kuratif dalam jangka panjang tidak menguntungkan. Oleh karena berapapun besar biaya yang disediakan akan tetap kurang karena permintaan akan pelayanan medis kuratif akan selalu meningkat. Upaya kesehatan yang bersifat kuratif tidak akan membawa masyarakat ke sehat produktif secara biaya lebih efektif. Sehingga dengan kegiatan ini masayarakat dapat mengupayakan Promotive dan Preventif agar dapat menekan biaya dan masyarakat dapat lebih Produktif.

____ sekian dan terima kasih ____


Download Template Joomla 3.0 free theme.

Kontak

KAMPUS BURLIAN | Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Musi Charitas Palembang - Sumatera Selatan Indonesia

Jl. Kolonel Haji Barlian, Lrg. Suka Senang No. 204 KM.7 Palembang 30152 Telp. 0711-412806, Fax.0711-415780

  • Hot line : 0711-412806  Fax. : 0711-415780