Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Pendampingan Lansia Dalam Meningkatkan Fungsi Kognitif Dengan Bermain Puzzle Dan Pencocokan Kartu Remi

IMG 20210425 WA0027

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Ns. Lilik Pranata, S.Kep., M.Kes, Ns. Novita Elisabeth Daeli, M.Kep, Anastasya Sri sukistini, SE.,MM, Ns. Keristina Ajul, M.Kep., Elsa Yuni Audria Sinambela., Olivia Dwi, Agustine Hutahaean., Robertus Bagas Pratama

 

Kegiatan bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada lansia yang mengalami gangguan kognitif ringan sampai berat dengan memberikan interevensi dengan Bermain Puzzle dan Pencocokan Kartu Remi, kegiatan dilakukan selam satu minggu, setiap pagi, di panti sosial lansia, hasil kegiatan menunjukan bahwa adanya perubahan fungsi kognitif lebih baik setlah dilakukan dengan pendampingan dan intevensi, maka seharusnya untuk pengelola panti perlu adanya kegiatn yang serupa dilakukan di panti secara teratus dan bekelanjutan.


EVALUASI FUNGSI ORGAN KARDIORESPIRASI DENGAN METODE SIX MINUTE WALK TEST PADA PENDERITA HIPERTENSI

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Katolik Musi Charitas Palembang

 

Ns. Novita Elisabeth Daeli, M.Kep., Ns. Aniska Indah Fari, M.Kep., Ns. Veroneka Yosefpa Windahandayani, M.Kep.

Sagita Agustina, Tatiana Agnes Sumarto

 

Keseluruhan gangguan kesehatan yang terjadi pada setiap individu membutuhkan evaluasi secara berkala dan rutin. salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggis aat ini adalah hipertensi. Menurut Global World Health Organization (WHO) penderita hipertensi di dunia berjumlah 1,13 miliar orang (Kementrian Kesehatan, 2019). Hipertensi merupakan bagian dari penyakit kardiorespirasi yang pengenalan secara dini sangat diperlukan. Salah satu metode yang saat ini digunakan dalam penilain fungsi fisiologis yang dimaksud yakni 6 minute walk test (6MWT). Six minute walk test merupakan test sederhana yang praktis yang memerlukan jalur sepanjang 100 kaki (30 meter) tidak memerlukan peralatan latihan yang rumit maupun tenaga pegawas yang mempunyai pengalaman dan latihan khusus. Test ini pada prinsipnya mengukur jarak yang dapat ditempuh pasien dengan berjalan pada jalur datar dan permukaan keras dalam waktu 6 menit. 

Pemeriksaan ini biasa menggambarkan tingkat kapasitas fungsional yang lebih baik dari aktivitas fisik. Tes ini telah menjadi alat evaluasi standar pada awal program rehabilitasi untuk mengkaji kapasitas latihan dan mengatur porsi latihan. Tes ini menjadi penentu hasil dari program pengkondisian fisik dan telah digunakan sebagai bagian seleksi kriteria pasien yang mendapat transplantasi paru (L Paul, 2003). Respon fisiologis tubuh meliputi semua sistem organ yang terlibat selama latihan termasuk sistem paru, jantung dan sirkulasi, darah, neuromuskular dan metabolisme otot. Test ini tidak memberikan informasi spesifik mengenai fungsi tiap organ yang terlibat ataupun mekanisme terjadinya keterbatasan aktifitas, yang mana hal ini dapat dihasilkan dari uji latihan sistem kardiopulmonal (Issues et al., 2002). Penelitian yang menggunakan 6MWT pada pasien dengan penyakit jantung pertama kali dilaporkan oleh Guyat et al dan Lipkin et al, yang menyatakan bahwa 6MWT dapat membedakan tingkatan keparahan gagal jantung menurut pembagian New York Heart Association (NYHA).  Berdasarkan analisis dari tim PkM bahwa, perubahan pada frekuensi tekanan darah tidak banyak terjadi pada peserta, dikarenakan hampir semua peserta PkM, masih rutin mengkonsumsi obat antihipertensi yang didapatkan dari puskesmas, dan perseta juga sudah mengurangi jumlah garam, hal ini dapat memengaruhi frekuensi tekanan darah. Sementara pada frekuensi pernafasan dari 21 peserta, 14 responden (66,66 %) mengalami perubahan, perubahan yang terjadi tidak terlalu signifikan yang mengarah ke hiperventilasi, sehingga bukan merupakan suatu masalah akan tetapi suatu bentuk kompensasi dari tubuh, untuk memenuhi kebutuhan oksigen, akibat dari adanya aktivitas fisik yang menuntuk seluruh anggota tubuh mendapatkan pasokan oksigen yang memadai.


SENAM DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN MENUJU LANSIA SEHAT DAN BUGAR

WhatsApp Image 2021 05 27 at 10.44.26

 

SENAM DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN

MENUJU LANSIA SEHAT DAN BUGAR

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang

Margareta Haiti, Novita Anggraini, Mustika Sari H. Hutabarat, Lidwina Septie Ch, Aprida Manurung, Petronela Sitohang, Oktasari, Dewi Rindi Antikawati, Yohana Arvelia Eka Septa Yanti

Dep Kes RI menyatakan Lanjut usia adalah proses alami yang terjadi pada individu laki-laki dan perempuan berusia 60 tahun ke atas ( Riri R, Moh.Rizki dan Cice T, 2019). Lanjut usia (lansia) saat ini semakin meningkat sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terutama di bidang kesehatan terutama di bidang kedokteran yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, perbaikan gizi dan sanitasi, menurunkan angka kematian pada bayi dan anak, meningkatkan kualitas umur harapan hidup. Salah satu dampaknya penduduk uisa lanjut usia bertambah banyak bahkan ada kecenderungan meningkat dengan pesat. Lanjut usia yaitu seseorang dengan usia 60 tahun ke atas. Menjadi tua bukanlah penyakit tapi merupakan proses yang mengakibatkan perubahan, proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh (Kemenkes RI, 2016). Proses menua atau lanjut usia merupakan sesuatu yang fisiologis dengan bertambahnya umur seseorang. Pada Lanjut usia, adanya kemunduran biologis yaitu mengendurnya kulit, keriput, rambut beruban, gigi mulai tanggal, pendengaran serta penglihatan berkurang, mudah lelah, gerakan menjadi lamban, dan kurang lincah.

Kemunduran lain yang terjadi pada lanjut usia yaitu menurunnya kemampuan kognitif misalnya sering lupa, kemunduran orientasi (waktu, ruang, dan tempat) (Maryam, 2012). Seiring bertambahnya usia seseorang secara anatomi dan fisiologi tubuh mengalami berbagai kemunduran yang sering menimbulkan permasalahan dalam kesehatan tubuh lansia. Untuk mencegah munculnya permasalahan dalam kesehatan lansia biasakan melakukan: aktivitas fisik misalnya berjalan, mencuci, menyapu dan sebagainya Latihan fisik seperti senam, berjalan, berenang, dan lain-lain sekurangnya-kurangnya 30 menit sehari dalam 3 kali seminggu (Kemenkes RI, 2016). Fisiologisnya, gerakan senam pada lanjut usia termasuk bagian tungkai, lengan, dan batang tubuh yang meningkatkan kontraksi otot yang berefek pada peningkatan kekuatan otot sehingga membantu dalam mempertahankan keseimbangan tubuh, (Manangkot MV, Sukawana IW, Witarsa IMS, 2016). Menurut Depkes, 1995 Senam lanjut usia memiliki dampak positif yaitu terjadinya peningkatan fungsi organ tubuh dan juga berpengaruh dalam meningkatkan imunitas dalam tubuh manusia setelah latihan teratur (Setyoadi, Yulian Wiji Utami, Sheylla Septina M).

Latihan fisik penting lanjut usia untuk meningkatkan kualitas hidup. Latihan yang teratur bisa meningkatkan hubungan sosial, meningkatkan kesehatan fisik dan kesehatan mental. Latihan juga berperan penting dalam mengurangi risiko penyakit dan memelihara fungsi tubuh lansia (Ko & Lee, 2012 dalam Stefanus M.K, Junaiti S, Henny Permatasari). Olahraga atau senam banyak manfaatnya bagi kesehatan terutama pada lansia. Senam pada lansia lebih banyak manfaatnya daripada pada kaum muda. Senam lansia bisa menjadikan lansia bugar secara fisik sehingga bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mudah. (Indhryani R, 2020)

Berdasarkan hasil kegiatan PKM yang kami lakukan dari 31 peserta yang mengikuti senam dan pemeriksaan tekanan darah. Dari 31 lansia, 15 laki-laki dan 16 perempuan. Pada kegiatan PKM menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah 33,3 % yang mengalami prahipertensi (TD 120-139mmHg), 20% yang mengalami hipertensi tingkat 1 (140-159 mmHg), dan 13,3% yang mengalami hipertensi tingkat 2 (160 mmHg). Pada proses penuaan, tubuh akan mengalami berbagai masalah penyakit kesehatan, misalnya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi, yaitu tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi adalah suatu penyakit yang muncul karena interaksi dengan berbagai faktor. meningkatnya usia menyebabkan berbagai perubahan fisiologis. Pada lanjut usia terjadi peningkatan resistensi perifer dan aktivitas simpatik. Tekanan darah akan meningkat mulai pada usia 45-55 tahun dimana dinding arteri akan mengalami penebalan akibat penumpukan zat kolagen pada lapisan otot sehingga pembuluh darah akan berangsur-angsur menyempit.

Cara mencegah dan mengontrol risiko terjadinya hipertensi yaitu dengan cara berolahraga secara teratur. Pada beberapa studi yang telah dilakukan, bahwa terapi tanpa obat atau non-farmakoterapi dan obat atau farmakoterapi tidak hanya menurunkan tekanan darah akan tetapi juga bias menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung iskemik. Terapi pemberian obat dengan diberikannya obat anti hipertensi, namun untuk terapi tanpa obat dilakukan dengan olahraga secara teratur. Olahraga yang dapat bias dilakukan lansia salah satunya yaitu olahraga senam lansia. Senam dan pemeriksaan tekanan darah merupakan hal yang penting untuk dilakukan terutama pada lansia, dimana terjadi perubahan secara fisiologis. Berdasarkan hasil survey pada lansia di Panti Sumarah, dari 31 lansia hanya 33,3 % tekanan darah lansia yang normal, selebihnya sudah cenderung mengalami hipertensi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan darah pada lansia masih perlu pendampingan untuk perubahan pola hidup yang sehat dan pemeriksaan darah secara berkala dan melakukan senam. Senam lanjut usia adalah olahraga ringan dan sangat mudah dilakukan. Senam pada lanjut usia membantu supaya tubuh tetap bugar dan tetap segar. Senam pada lanjut usia untuk melatih tulang tetap kuat dan mendorong jantung bekerja optimal serta membantu menghilangkan radikal bebas yang berlebihan didalam tubuh lansia.


PENDAMPINGAN WARGA SOAK PERMAI KECAMATAN SUKARAMI DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN DAN AMAN DARI COVID 19

WhatsApp Image 2021 05 20 at 13.53.21

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Katolik Musi Charitas

Ns. Sanny Frisca, M.Kep, Ns. Veroneka Y. Winda, M.Kep, Ns. Aniska Indah Fari, M.Kep, Ns. Keristina Ajul, M.Kep, Rosnita Sebayang, SKM, M.Kes, Ayu Nina Mirania, SST, M.Biomed

 

Pandemic covid-19 cukup membuat masyarakat resah dan kebingungan dengan penyakit tersebut. Masyarakat menjadi cemas tertular covid-19 dan sering menanyakan tanda dan gejala penyakit. Tim pengabdian kepada masyarakat FIKES UKMC memperhatikan kebutuhan pengetahuan dari masyarakat dan melakukan pendampingan pada warga Soak Permai untuk memberikan edukasi agar terjadi peningkatan pemahaman akan covid-19. Antusiasme warga terlihat dengan menyimak penjelasan sampai dengan selesai dan memberikan pertanyaan seputar tanda gejala dan keamanan vaksin dari pemerintah. Warga berkomitmen akan terus menjaga kesehatan dan mematuhi protocol kesehatan yang disarankan pemerintah.


SOSIALIASI & EDUKASI CAIRAN SERBAGUNA ECO ENZYM

Kegiatan

 

Ns. Lilik Pranata, S.Kep., M.Kes, Dr. Ian Kurniawan, ST., M.Eng , Ns. Sri Indaryati, M.Kep

Ns. Ketut suryani, M.Kep, Ns. Maria Tarisia Rini, M.Kep, Evi Yuniarti SST, M.Kes

 

Meningkatknya komsumi masyarakat di indonesia dengan dibarengi jumlah sampah yang di hasilkan, sampah terbesar 60% yang dihasilkan adalah sampah organik, permasalahan ini harus dilakukan pemecahan untuk mengurangi sampah tersebut, supaya tidak memberikan dampak buruk dikemudian hari. Salah satu pengeolahan sampah organik yang murah dan mudah bisa dilakukan oleh generasi muda sampai dewasa, yaitu Eco Enzym, Eco enzym adalah cairan yang dihasilkan dengan mengolah sampah organik khusus buah dan sayur yang belum mengalami pembusukan dengan mencampurkan bahan organik (BO), air dan Molase/ gula merah, dengan takaran 3:10:1 , dengan adanya cairan eco enzym ini sangat bermanfaat untuk beberapa fungsi, seperti untuk pembersih lantai, pencuci piring , menjernihkan kolam, dan masih banyak lagi, oleh sebab itu kami melakukan kegiatan Sosialiasi & Edukasi Cairan Serbaguna Eco Enzym di SMA Swasta di Kota Belitang OKU Timur , kegiatan dilakukan dengan mengunkan protokol kesehatan ketat 5 M mulai awal kegiatan samapai akhir kegiatan, kegiatan dilakukan pada15 Februari 2021, kegiatan bertujuan memberikan edukasi serta sosialisai cairan serbaguna eco enzym. Semoga gambaran info yang kami bagikan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menjaga lingkungan dan bumi kita yang kita cintai.


PENDAMPINGAN STIMULUS TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI TERAPI BERMAIN

 

WhatsApp Image 2021 02 08 at 09.13.51

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Katolik Musi Charitas

Maria Tarisia Rini, Ketut Suryani, Dheni Koerniawan

 

Tumbuh kembang anak menjadi pemenuhan kebutuhan anak yang penting karena dapat membentuk kemampuan anak dalam rentang kehidupannya. Anak usia pra-sekolah merupakan periode tumbuh kembang untuk lebih mandiri dan memulai dalam berpikir abstraksi. Perkembangan anak dapat menjadi optimal jika dilalui melalui stimulus yang tepat. Stimulus yang sesuai dengan masa anak antara lain dengan mengajak anak bermain. Terapi bermain selalu menjadi stimulus yang sangat sesuai sebagai bentuk intervensi keperawatan khususnya dalam didang keilmuan keperawatan anak. Kegiatan pendampingan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan melibatkan orangtua dalam menstimulus anak usia pra-sekolah sehingga orangtua mampu melakukannya dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini dilakukan di Rt 41, Rw 05 kelurahan Talang betutu. Kegiatan yang dilakukan dengan melakukan deteksi dini dan melakukan stimulasi tumbuh kembang pada anak. Hasilnya didapatkan banyak anak yang mengalami prekembangan kemudian dilakukan stimulasi perkembangan pada anak-anak. Sebagian besar ibu selalu melakukan stimulasi dalam bentuk mewarnai gambar, mengancingkan baju sendiri, menyebutkan warna pakaian, menggerakkan jari, dan meletakkan benda sesuai instruksi ibu.

Download Template Joomla 3.0 free theme.

Kontak

KAMPUS BURLIAN | Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Musi Charitas Palembang - Sumatera Selatan Indonesia

Jl. Kolonel Haji Barlian, Lrg. Suka Senang No. 204 KM.7 Palembang 30152 Telp. 0711-412806, Fax.0711-415780

  • Hot line : 0711-412806  Fax. : 0711-415780