Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

Pelatihan Pembuatan Rancangan Penelitian bagi Perawat Klinis

WhatsApp Image 2020 07 27 at 12.23.46

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Dheni Koerniawan, Vausta Nurjanah, Ketut Suryani, Maria Tarisia Rini, Pra Dian Mariadi

 

Penelitian merupakan “jembatan” antara teori dan praktik khususnya dalam keperawatan. Penelitian mengungkapkan hal-hal praktis dalam asuhan yang sehari-hari diberikan kepada pasien sebagai bentuk Praktik yang berbasis bukti. Kebutuhan perawat klinis dalam tuntutan jenjang karir, pendidikan keperawatan berkelanjutan, dan standar nasional akreditasi rumah sakit mendorong perawat untuk membudayakan suasana ilmiah yang salah satunya dalam bentuk penelitian. Hal ini pun juga dialami oleh mitra, sehingga dibutuhkan pendampingan dalam bentuk pelatihan untuk merancang rencana penelitian keperawatan. Solusi yang ditawarkan dilaksanakan berupa kegiatan paparan materi, praktikum, dan presentasi proposal penelitian yang dilakukan selama tiga hari secara online menggunakan salah satu program aplikasi meeting online.

Hasil pengabdian menunjukkan bahwa hasil pre-test terdapat 20 mitra (71,4%) yang memiliki kategori pengetahuan kurang, 8 mitra (28,6%) dengan kategori sedang. Sedangkan, hasi post-test terdapat 5 mitra (17,9%) dengan kategori pengetahuan sedang dan 23 mitra (82,1%) dengan kategori baik. Sehingga, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 26 mitra (96,43%) dan satu orang mitra (3,57%) berada pada tingkat pengetahuan yang tetap.

WhatsApp Image 2020 07 27 at 12.23.45

Penelitian menjadi standar profesi keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan, sehingga tindak lanjut oleh mitra menjadi sangat penting guna meningkatkan keterampilan peserta dalam menerapkan praktik keperawatan berbasis bukti. Beberapa alternatif kegiatan yang tim sarankan antara lain berupa pelatihan lanjutan dengan topik yang mendalam atau pada perawat yang belum menjadi peserta (seperti yang terdapat dalam umpan balik peserta pelatihan), dorongan dan dukungan dari mitra kepada peserta untuk melanjutkan rancangan penelitian menjadi pelaksanaan penelitian (pengambilan data dan analisis data), terutama topik-topik terkait tren dan isu terkini. Oleh karena itu, pergerakan manajemen keperawatan (bidang keperawatan, diklat, dan komite keperawatan) menjadi motor utama dalam tindak lanjut yang kondusif untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam konteks penelitian keperawatan dan aplikasi praktik keperawatan berbasis bukti.


PROMOSI KESEHATAN RESIKO KESEHATAN PADA REMAJA

IMG 20200402 WA0004

PROMOSI KESEHATAN RESIKO KESEHATAN PADA REMAJA

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang

Margareta Haiti, Novita Anggraini, Diana Fitrianti

 

Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. Remaja sebagai bagian dari komponen sumber daya manusia adalah aset yang sangat berharga bagi bangsa pada masa yang akan datang. Di Indonesia, seperlima dari jumlah penduduk adalah remaja yang berpeluang berperilaku berisiko tanpa mewaspadai akibat jangka panjang dari perilaku tersebut. Mereka mengadopsi perilaku berisiko itu melalui pergaulan yang tidak sehat dan informasi yang tidak terarah. Hidayangsih Puti Sari, 2014

Remaja merupakan kelompok umur yang terbesar dari penduduk Indonesia yang sudah seharusnya menjadi fokus perhatian dan titik intervensi yang strategis bagi pembangunan sumber daya manusia Inndonesia. Remaja di Indonesia merupakan kelompok paling besar yaitu 23 % dari seluruh jumlah penduduk. (Soeroso Santoso,2001).

Kesehatan pada usia remaja merupakan salah satu aspek penting dalam siklus kehidupan individu. Secara kesehatan, masa ini merupakan periode penting untuk kesehatan reproduksi dan pembentukan awal perilaku hidup sehat. Masalah kesehatan di usia dewasa sebagian berkaitan dengan perilaku kesehatan ataupun gaya hidup di usia muda termasuk diusia remaja. Gambaran permasalahan perilaku berisiko kesehatan menjadi penting sebagai dasar dalam menetapkan prioritas dan arah intervensi yang harus dikembangkan serta untuk mencegah terjadinya penyakit ataupun kematian premature pada usia yang lebih dewasa. (Kemenkes RI, 2015). Perilaku hidup sehat sejak usia dini merupakan merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan berkualitas di masa yang akan datang.

Perilaku berisiko pada usia remaja diantaranya adalah kebiasaan merokok, gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, hygiene dan sanitasi individu, depresi/stres, konsumsi obat-obatan terlarang dan konsumsi minuman beralkohol. (Kemenkes, 2015). Perilaku beresiko yang pernah dilakukan remaja antara lain 5,6 % remaja merokok, 1,2 % minum alcohol, 15,6 % pacaran pada malam hari, 10,2 % pernah berciuman, 8,9 % pernah melihat gambar atau film pornografi, dan 7,8 % bolos atau tidak masuk sekolah. Perilaku tidak sehat remaja tersebut terjadi akibat perubahan fisik dan emosional dari remaja yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya (Ratnawati D dan Siregar T, 2018).

Prilaku beresiko kesehatan dapat diupayakan melalui promosi kesehatan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurut kemenkes RI, 2011, PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat (Ayu SM, Anam AK, 2018). PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam budaya perorangan, keluarga dan masyarakat yang beroientasi sehat bertujuan untuk meningkatkan, memelihara, dan melindungi kesehatannya baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. (Taryatman, 2016).

Prilaku yang sehat antara lain olah raga dan istirahat teratur, tidak merokok, mengatur pola makan, menjaga kesehatan pribadi apabila dilaksanakn dengan secara teratyut dan menurut ketentuan-ketentuan yang benar selain berpengaruh terhadap derajat kesehatan secara fisik juga memiliki efek positif terhadap peningkatan nilai-nilai karakteryang harus dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia seperti kedisiplinan, mengembangkan percaya diri, pengendalian diri dan rasa bersyukur. (Suharjana, 2012)

Perilaku remaja dipengaruhi oleh banyak hal. Maka sudah semestinya remaja sejak dini memahami berbagai resikonya. Pendidikan dini juga penting diberikan oleh orang tua atau sekolah demi menimbulkan kesadaran pada diri remaja untuk menjaga diri.


Pelatihan gerakan ROM pada care giver di panti werdha KM 7

IMG 20200217 WA0006

 

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Lilik pranata, Sri indaryati, Aniska indah fari

 

Kegiatan dilakukan di panti werdha darma bakti Km 7, dengan peserta karyawan panti (care giver) berjumlah 14 orang yang merawat lansia secara lansgung setiap hari yang dilakukan secara 3 shiff,kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu penyuluhan kemudian pelatiahn dan pendampingan, yaitu mulai tanggal 13 sampi 17 Februari 2020, adapun tujuan kegiatan adalah meningkatan kemampuan care giver dalam memberikan bantuan pada lansia yang mengalami bedrest atau stroke, sehingga tidak dapat melakukan aktifitas secara mandiri, dari hasil peltihan caregiver sanagt antusia dalam pelatiahan tersebut, dari hasil observasi dan kusioner meninjukan hasil yang lebih baik sebelum di berikan pelatiahn dan setelah di berikan pelatihan, saat ini kita sangat prihatin dengan keadaan lansia yang semakin lama semaikn meingkat setara dengan meningkatnya angka usia hidup lebih lama, jika ini tidak di berikan intervesi yang tepat akan membuat masalah besar kepada pemerintah, dan jika di kelala dengan baik maka akan mengurangi biaya hidup dan menurunkan angka kesakitan lansia. Saran bagi seluruh pembaca lebih aktip kembali untuk menajga lansia dan menmpatkan lasia sesuai dengan kemampuan, tidak meneletarkan lansia, memberikan perhatian penuh, dan tidak hanya sekedar menitipkan di panti werdha akan tetapi juga ikut merawatnya.


Pendampingan kesehatan ibu dan Pemeriksaan Golongan Darah pada Ibu dan Anak di Posyandu Kenanga Kelurahan 9 Ilir Guna Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas

WhatsApp Image 2020 02 21 at 12.48.24 2

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Ns Bangun Dwi Hardika S.Kep.,M.K.M, Rosnita Sebayang SKM,M.Kes, Ns. Srimiyati, M.Kep

 

Darah merupakan komponen penting dalam tubuh manusia maka golongan darah sebagai identitas seseorang jika mengalami sakit atau membutuhkan komponen darah. Manfaat lain golongan darah seperti untuk membantu memantau diet, untuk membantu menghindari penyakit tertentu, untuk mengetahui resiko dari penyakit jantung, untuk membantu mencegah kanker usus, mempercepat proses menyumbang dan menerima tranfusi darah, membantu menanggulangi fertilitas. Mengingat pentingnya mengetahui golongan darah seseorang dan masih banyak ibu yang belum memahami pentingnya golongan darah serta belum mengetahui golongan darah anak maka untuk proses pembelajaran di lapangan dan pelaksanaan pengabdian masyarakat bagi dosen, maka akan dilaksanakan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan golongan darah pada ibu dan anak.

Pada pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini telah dilakukan pendampingan dengan memberikan materi tentang manfaat dari identitas golongan darah dan pentingnya dilakukan pemeriksaan golongan darah untuk mengetahui golongan darah dari ibu-ibu diusia produktif dan anak-anak dibawah 11 tahun guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan menghindari kesalahan jika akan di lakukan transfuse darah

Kegiatan PKM ini diikuti oleh 103 responden dimana 72 diantaranya melakukan pemeriksaan golongan darah dan untuk responden target sendiri yaitu ibu dan anak sebanyak 29 responden. Semua responden antusias untuk mendengarkan penjelasan tentang pentingnya identitas golongan darah dan melakukan pemeriksaan serta mendapatkan kartu golongan darah yang bias disimpan dan dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan.


PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU MENYUSUI


Foto

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

dr. Hotman Sinaga, Sp. PK, Pra Dian Mariadi, S.Si., M.T., Ayu Nina Mirania, SST., M.Bmd, Stephanie Lexy Louis, SST., M.Biomed, Evi Yuniarti, SST., M.Kes

 

Anemia bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa termasuk ibu hamil dan menyusui. Efek dari proses melahirkan akan berbeda-beda pada setiap ibu, ada yang tidak mengalami masalah apapun, tetapi ada pula yang mengalami penurunan pada kesehatan, salah satunya dapat disebabkan oleh banyaknya kehilangan darah selama proses persalinan sehingga berpengaruh pada pasca melahirkan. Sedangkan kondisi lainnya yang dapat menyertai anemia pada pasca melahirkan adalah perubahan pola makan dan istirahat. Sebagai upaya untuk mencegah kejadian anemia pada ibu, maka dilakukan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan haemoglobin.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UKMC dilaksanakan di Posyandu Kenanga RT 14 Kelurahan 9 Ilir Palembang. Kegiatan ini bertujuan ntuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya mengenai anemia pada ibu serta dilakukan pemeriksaan haemoglobin (Hb). Dari hasil pemeriksaan Haemoglobin yang dilakukan kepada 36 koresponden didapatkan sekitar 77,7 % koresponden tergolong memiliki kadar Hb yang normal dan sekitar 22,2 % koresponden memiliki kadar Hb dibawah normal dan tergolong Anemia ringan. Dari hasil tersebut, ibu diberikan penyuluhan untuk lebih memperhatikan asupan gizi dengan tujuan mencegah terjadinya anemia baik pada masa kehamilan, setelah persalinan maupun diluar masa kehamilan.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang anemia dan meningkatkan kewaspadaan gejala anemia pasca melahirkan.


PREVENTIF HIPERTENSI PADA PRAMENOPAUSE DAN MENOPAUSE MELALUI PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN DARAH

IMG 20191113 WA0022

 

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang:

Novita Anggraini, V. Ire Tominik, Margaretha Haiti, Noni Cintya G

 

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, yaitu sekitar 17 juta kematian per tahun. Jumlah prevalensi tersebut yang penyumbang angka tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah 9,4 juta kematian per tahun. Hipertensi bertanggung jawab setidaknya 45% terhadap komplikasi akibat penyakit jantung. Jumlah total orang dewasa dengan hipertensi pada tahun 2025 diperkirakan meningkat menjadi 1,56 miliar. Di Indonesia hipertensi adalah salah satu penyebab kematian tertinggi nomor lima. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil dari pengukuran pada umur sekitar > 18 tahun sebesar 25,8% dan untuk prevelensi hipertensi yang mengalami komplikasi sebesar 51% untuk stroke sedangkan 45% untuk jantung koroner, sedangkan persentasi hipertensi di Sumatera Selatan menduduki urutan 11 dari 34 Provinsi sebesar 30,44%. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin pada bulan April tahun 2019 di Puskesmas Sukajadi masuk dalam urutan ke-2 dari 33 Puskesmas dengan presentasi penderita hipertensi. Hipertensi dapat didefenisikan sebagai tekanan darah tinggi yang dimana sistoliknya di atas 130 mmHg sedangkan tekanan tekanan diastolik di atas 90 mmH, untuk mengetahui penyakit hipertensi bisa di lihat dari tanda dan gejala yang sering timbul seperti sakit kepala (pusing/migraine), epistaksis (Mimisan), mudah marah, jantung berdebar-debar, telinga berdering, kaku kudu, mata berkunang-kunang, susah untuk tidur dan tekanan darah diatas normal. Setiap individu mengalami perubahan-perubahan tersebut secara berbeda, ada yang laju penurunannya cepat dan dramatis, serta ada juga yang perubahannya lebih tidak bermakna. Pada lanjut usia terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit seperti hipertensi. Mengingat patofisiologi kompleks hipertensi pada menopause, modifikasi gaya hidup seperti asupan makanan, dan aktifitas sehari-hari dapat memainkan peran penting dalam tekanan darah yang efektif. Menopause tentu bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi munculnya hipertensi pada wanita. Faktor gaya hidup, medis, dan genetik juga sangat berperan dalam insidensi penyakit kardiovaskuler pada wanita. Hasil pemeriksaan tekanan yang dilakukan pada kegiatan PKM ini ditemukan 27 orang (56,25%) peserta yang hadir mengalami peningkatan tekanan darah. Menurut Muljadi (2008) hipertensi merupakan faktor resiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian karena penderita hipertensi mempunyai peluang 12 kali lebih besar bagi penderitanya untuk mengalami stroke dan 6 kali lebih besar untuk serangan jantung. Untuk mengurangi angka kejadian hipertensi tiap tahunnya maka strategi yang digunakan pemerintah dalam pengendalian hipertensi adalah melalui surveilans epidemiologi hipertensi. Seperti kita ketahui bahwa orang menjadi sakit disebabkan oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan dan ketidakmauan untuk itu sebagai tenaga kesehatan kita tidak henti-henti melaksanakan edukasi supaya masyarakat mengetahui dan menyadari pentingnya menjaga gaya hidup dan pola makan yang sehat serta melakukan skrening melauui pemeriksaan kesehatan.


Download Template Joomla 3.0 free theme.

Kontak

KAMPUS BURLIAN | Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Musi Charitas Palembang - Sumatera Selatan Indonesia

Jl. Kolonel Haji Barlian, Lrg. Suka Senang No. 204 KM.7 Palembang 30152 Telp. 0711-412806, Fax.0711-415780

  • Hot line : 0711-412806  Fax. : 0711-415780